Ganasnya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang
dapat menular melalui hubungan seksual, kadang menghalangi hubungan
intim antarpasangan. Oleh karena itu, selain terus meneliti pengobatan
paling efektif untuk mengalahkan penyakit HIV/AIDS, para ahli berusaha
menemukan cara mencegah potensi penularan dari hubungan seksual.
Sebuah
studi baru yang dicobakan pada monyet menemukan, sebuah cincin plastik
berisi obat yang dimasukkan ke dalam vagina dapat mencegah penularan
HIV selama hubungan intim berlangsung. Dalam studi tersebut, monyet
yang memakai cincin vagina berisi obat dibandingkan monyet lainnya
tanpa cincin terlihat tidak terpengaruh virus penyebab AIDS, yang
sebelumnya disuntikkan lewat kateter ke dalam vagina mereka.
Hasil temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine
memperlihatkan, cincin vagina memiliki potensi mencegah infeksi HIV,
serta penyakit menular seksual lainnya seperti herpes dan infeksi akibat
virus human papillomavirus (HPV). Cincin vagina dalam penelitian ini
berisi obat anti HIV yang disebut MIV-150.
Dalam penelitian,
monyet diberi cincin vagina dengan kandungan MIV-150 dan cincin vagina
berisi plasebo. Cincin vagina ini dimasukkan ke dalam vagina monyet dua
minggu atau 24 jam sebelum monyet diinjeksi virus SHIV. SHIV berisi gen
HIV dan SIV, bentuk HIV pada monyet.
Di antara monyet yang
menerima cincin vagina MIV-150, dua dari 17 monyet atau 11,7 persen
terinfeksi virus. Sedangkan monyet yang tidak memakai cincin vagina, 11
dari 16 monyet atau 83 persen terinfeksi virus. Secara keseluruhan,
cincin vagina 83 persen lebih efektif mencegah infeksi SHIV dibanding
plasebo.
Sementara itu, para peneliti menyarankan agar obat oral
yang melindungi serangan HIV yakni obat anti retroviral perlu
dikonsumsi setiap hari. Juga, gel mikrobisida harus dipakai setiap kali
orang dengan HIV/AIDS berhubungan seks.
Tom Zydowsky, salah
seorang peneliti mengatakan mereka ingin mengembangkan sebuah cincin
yang dapat dipakai wanita dengan nyaman dan mereka dapat sesaat
melupakan sakitnya setidaknya selama 3 bulan.
"Temuan ini
bertujuan memberikan pilihan kepada orang-orang," ujar Tom yang juga
seorang ilmuwan senior di Population Council, sebuah organisasi nirlaba
di New York City yang meneliti HIV / AIDS dan kesehatan reproduksi.
Lalu
bagaimana dengan kondom? Tom mengatakan kondom memang efektif mencegah
penularan HIV/AIDS bila digunakan secara benar. Akan tetapi, banyak
wanita mendapati pasangannya tidak mau mengenakan kondom saat
berhubungan seks.
Meski demikian, penelitian ini baru langkah
pertama dalam pengembangan cincin vagina anti HIV. Karena baru dilakukan
dengan hewan, maka belum jelas seberapa baik temuan ini berpengaruh
pada manusia. Para peneliti berencana untuk menguji formulasi alternatif
cincin vagina yang dapat melindungi serangan virus herpes serta HIV.
Cincin Vagina, Calon Pengganti Kondom?
16.17 by Unknown
Label:
Ramuan Seks
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar